Tips mengelola Team OL shop

** Alur Kerja Team Facebook Ads untuk Online Shop **

Saat awal awal memulai berjualan lewat facebook ads itu bisa dibilang kacau perihal alur kerja dan pembagian tugasnya

 Hal itu menjadikan banyak pekerjaan menumpuk, sering lupa sudah pada tahap mana dan yang jelas anggota team pada komplain karena ketidakjelasannya jobdesk.

Sampai akhirnya membuat alur seperti ini. Yang tentunya masih terus dalam perbaikan seiring berjalannya waktu.
1. Research

Devisi ini berperan dalam riset produk, pasar, kompetitor dan supplier. Goalnya adalah memastikan bahwa produk yang mau dijual sudah oke dulu. Oke dalam artian memenuhi semua kriteria yang ditentukan, termasuk deal kerjasama dengan supplier dan memastikan ketersediaan stok.

2. Finance

Setelah dapet produk yang oke maka masuk pada devisi finance yang bertugas membuat pricing strategy, menghitungkan harga jual dengan segala variable costnya serta memberikan KPI kepada team marketing dan sales supaya target itu bisa terpenuhi.

3. Content creator

Setelah produk dan harga oke maka lanjut masuk ke dapur team marketing yang saya bagi menjadi 2 devisi yaitu content creator dan advertiser. Untuk content creator sendiri bertugas menyiapkan semua kebutuhan marketing seperti pembuatan ad copy, web copy dan lain lain. 

4. Advertiser

Setelah dapat bahan yang sudah dipersiapkan sebelumnya, team advertiser mempersiapkan kebutuhan untuk beriklan seperti fanspage, pixel, lp, dan lain lain. Dan setelah itu maka lanjut ke fase testing dan scalling jika memungkin.

5. CS

Ketika iklan sudah jalan dan menghasilkan lead / chat masuk maka berikutnya yang berperan adalah cs / deal maker. Mulai dari balas chat sampai ke follow up.

6. Admin

Team ini tugasnya lebih ke membantu team cs dalam memproses orderan yang masuk. Mulai dari input data pesanan, pick up ke kurir dan menangani komplain jika ada. Kenapa komplain di handle admin? karena deal maker dan problem solving memiliki sikap dan karakter yang berbeda.

7. Akuntan

Jelas lah ya kalau bagian ini. Yang mencatat jurnal umum transaksi, neraca saldo dan laporan laba rugi. Kalau ini untuk case saya ya masih dipegang sendiri. Dan ini sangat penting karena berhubungan dengan masalah kesehatan perusahaan.

8. CRM

Bagian CRM ini konsennya lebih ke mengelola database pelanggan yang ada. Mulai dari menganalisa feedback dari customer sampai kepengoptimalan data yang bisa dilakukan seperti upsell, crosssell, dan lain lain.

Nah untuk task management saya jadikan satu dengan tools CRM yang mana disitu bisa memudahkan dalam merencanakan, menjadwalkan dan melakukan tracking aktivitas anggota team yang dilakukan. 

Kebetulan platform ini sedang dalam pengembangan dan mungkin kamu mau ikut waitinglist? bisa join group telegram ini ya https://t.me/joinchat/DBgWJxmGbtXmz2bqdmB9Jg

Silakan share jika bermanfaat 😊🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kekuatan Warna Ungu Menurut Psikologi, Feng Shui, Ilmu Aura Tubuh, Hingga Berbagai Budaya di Dunia

Rahasia Kenapa Orang Keturunan Chinese bisa Lebih Kaya.

Panduan untuk berjualan di FB ADS