TEMUKAN WHY ANDA dan REZEKI AKAN MENEMUKAN ANDA.
Malam tadi dalam bincang2 dengan teman2 melalui chanel virtual, saya mendapatkan insight dari guru saya Pak Jamil Azzaini.
Beliau menekankan tentang pentingnya “Why” sebagai penggerak kita dalam melakukan suatu hal. Faktor Why ini yang berperan sebagai booster agar semangat kita stabil dan all out dalam bekerja.
Ada 3 “Why” yang penting ditemukan, yakni “Rational Why, Emotional Why, dan Spiritual Why”. MIsal begini, anda melakukan pekerjaan anda itu karena apa ? Jika jawaban anda karena butuh uang, itu adalah jawaban dari “rational why”.
Anda perlu uang untuk memenuhi kebutuhan anda. Bila “rational why” ini satu2 nya alasan anda bekerja, maka pekerjaan anda akan terasa amat berat. Etos kerja anda bisa jadi, sangat kental dengan jargon “wani piro” dan miskin prinsip “melakukan yang terbaik”.
Itu sebabnya mengapa anda disarankan untuk bekerja pada bidang yang menjadi kekuatan anda, atau bahasa kerennya sesuai dengan passion anda. Pekerjaan yang sesuai dengan minat anda bisa menjadi bemper mental “wani piro”, karena anda akan selalu melakukan yang terbaik pada bidang yang anda suka, seberat apapun pekerjaan itu terlihat oleh orang lain. Ketika anda terikat secara emosi dengan pekerjaan anda maka semuanya akan terasa ringan, inilah yang secara subyektif saya fahami sebagai landasan “Emotional Why”.
Lapis ketiga dan tertinggi yang bisa menjadi booster kita adalah “Spiritual Why”. Nilai spiritual apa yang anda tempelkan pada pekerjaan anda, sehingga membuat anda terus semangat melakukanya, terus berusaha memberikan yang terbaik yang anda bisa. Saya pribadi menempelkan “Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56). Dalam laku subyektif saya, saya melakukan yang terbaik dalam pekerjaan saya bukan hanya karena saya mencintai apa yang saya kerjakan, namun juga bahwa pekerjaan yang saya lakukan itu adalah bentuk ibadah social saya pada Tuhan. Saya biasa menyebutnya dengan istilah kontribusi.
Tentu setiap orang punya “reason” masing-masing untuk menjawab “why” ini. Anda bisa temukan dan tempelkan alasan anda sendiri. Misal Pak Jamil menggunakan hadis ini sebagai landasan “Spiritual Why” beliau; “Sesungguhnya Allah,para malaikat Nya,penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia “ HR. At-tirmidzi. Beliau ingin mendapatkan ganjaran sebagaimana hadist diatas. Luar biasa.
Oke… itu dari sisi why sebagai booster anda saat bekerja. Saya akan meninjau dari sisi kerezekian. Ketika anda hanya punya “Rational Why”, maka anda akan cenderung terjebak pada hukum sebab akibat semata. Anda akan tergiring pada pemikiran bahwa pekerjaan anda adalah sumber rezeki anda. Ujung2nya secara tidak sadar anda akan “menuhankan” pekerjaan anda.
Saya sering cerita bahwa saya pernah menghambat datangnya jalur rezeki, dengan beranggapan bahwa rezeki saya datang karena asbab pekerjaan saya. Bener, dikasihlah saya pekerjaan banyak… namun apa lacur…. Karena satu dan lain hal diluar kesalahan saya…. Saya tidak mendapat uang sama sekali selama setahun bekerja karena anggota team dan kondisi lainya gagal memenuhi kewajibanya, akibatnya tentu saja ga dibayar…. Apes.
Segera setelah saya menyadari kesalahan mindset saya, rezeki kembali mengalir dalam hidup saya. Bekerja adalah bagian kontribusi saya dalam mekanisme semesta, bukan satu2nya jalan untuk mendatangkan duit dalam hidup saya. Kalau Tuhan sudah berkehendak, tentu banyak jalan memberi saya duit dengan jalan apapun. Sayangnya ya itu tadi, saya telah salah memaknai pekerjaan sebagai jalan satu2nya agar saya dapat duit. Akibatnya tanpa saya sadari saya telah menutup keran datangnya duit bagi saya sendiri dari berbagai jalan lainya he he he.
Jadi bekerja itu bukan masalah duit. Bahwa anda bekerja kemudian dapat duit, itu karena mekanisme semesta bekerja sempurna pada anda. Anda mengeluarkan energy berkontribusi bagi berjalanya mekanisme semesta, dan mekanisme semesta membalas dengan memberi anda energy pula dalam bentuk duit.
So…., ketika seseorang berfokus pada memberi kontribusi, menggeser makna pekerjaannya dari sekedar mencari duit ke kontribusi bagi berjalanya mekanisme semesta, maka ia sedang berada pada jalur karaker Ar Razaq nya Tuhan semesta alam. Tuhan memberi, memenuhi kebutuhan mahluknya tanpa meminta balasan. Orang yang sudah menggeser makna, memberi yang terbaik pada bidangnya, ga itung-itungan kalau bicara masalah kualitas, takut kalau hasil kerjanya tidak baik, karena yang dipikirkanya bukan duit, namun kontribusi dirinya, dan Ibadah dirinya pada Tuhan nya.
Oke deh…, selamat siang…, selamat hari Kamis optimis, semoga hari anda baik, rezeki anda baik dan masa depan anda jauh lebih baik…
Consciousness talk: Universe Consciousness Prosperity
Credit : Kurnada Jaya Nagriku





Komentar
Posting Komentar